A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

February

22
2016

PANGKALPINANG – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) yang akan mengaudit aktivitas penambangan timah dan operasi pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) timah di Provinsi Bangka-Belitung sepertinya tertunda. Dari sumber Rakyat Pos di kementerian, audit itu tertunda lagi lantaran menimbang Pulau Bangka sedang tertimpa musibah banjir.
“Memang rencananya audit smelter itu sudah sejak bulan Desember 2015, tapi tertunda Januari, lalu ditunda lagi Februari. Kemudian akan dilakukan awal Februari kemarin. Namun tiba-tiba Bangka kena banjir besar, jadi sedikit tertunda dari jadwal. Informasi yang saya terima seperti itu,” ungkap sumber tersebut.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono seperti dilansir media nasional menyebutkan ada delapan smelter timah yang akan diaudit pihaknya. Audit itu dilakukan mulai dari asal usul timah, kapasitas smelter hingga hasil produksinya.
“Audit ini baru pertama kali kami laksanakan. Tim audit bakal membandingkan kapasitas smelter dengan hasil produksinya. Jika ternyata data produksi tidak sesuai dengan kapasitas, maka akan kami tindak dan diserahkan ke penegak hukum,” ujarnya.
Menurut Bambang, audit pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Babel lantaran wewenang audit sebenarnya berada di tingkat gubernur. Terlebih smelter yang diaudit tersebut berstatus Izin Usaha Pertambangan (IUP), termasuk PT Timah sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
“Audit ini dengan mendatangi smelter timah. Lalu dilihat berapa besar kapasitas produksi smelter tersebut. Dari data produksi itu kemudian ditilik lebih jauh berapa besar jumlah pasokan bahan baku dan ekspornya berapa. Tim audit pun akan memverifikasi asal bahan baku dan negara tujuan ekspor. Apabila ada perbedaan jumlah antara pasokan, produksi dan ekspor, maka akan diusut lebih jauh,” katanya.

Timah Ditangkap

Sementara itu, di Kabupaten Bangka, anggota Satlantas Polres Bangka, Minggu (31/1/2016) mengamankan 2 truk bermuatan 20 ton timah balok milik PT Tirus di perempatan Lampu Merah Pelabuhan, Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, 2 truk timah balok tersebut sempat dibawa ke Mapolsek Sungailiat. Tapi tak sampai 24 jam, timah-timah balok ini berikut truknya dilepas kembali.
Kapolres Bangka, AKBP. Sekar Maulana, SIK kepada wartawan kala itu membenarkan pihaknya melepas timah-timah balok tersebut lantaran mengantongi dokumen lengkap.
“Yang namanya balok tentu ada izinnya,” ujar kapolres saat dikonfrimasi.
Kapolres membantah balok-balok timah tersebut akan diselundupkan dari Desa Tirus, Riau Silip melalui Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Namun saat ditanya kelengkapan surat-surat pengangkutan dan dokumen lain, kapolres tak menjawab.
“Tidak benar kalau mau diselundupkan. Kalau mau ke Jebus kenapa lewat Sungailiat. Kenapa gak lewat Simpang Lumut saja,” bantahnya.
Terpisah, Direktur PT Tirus, Imam Safei ketika dikonfirmasi mengatakan timah-timah balok tersebut akan dikirimkan ke PT RBT di kawasan industri Jelitik Sungailiat. Menurut Ayi sapaan Imam Safei, PT Tirus hanya mengambil orderan melebur pasir timah milik PT RBT untuk dijadikan balok.
“Pabrik kita sudah dua tahun tidak produksi. Jadi kita saat ini hanya mengambil upah memasak pasir timah milik RBT. Setelah menjadi balok kita kirim kembali ke mereka (RBT). Tidak benar kalau ada isu mau diselundupkan melalui Jebus. Minggu pagi itu, kita ditahan di jalan saat mau mengirim balok tersebut ke RBT. Polisi hanya menjalankan tugas. Setelah diperiksa izinnya jelas, jadi kita diperbolehkan melanjutkan tujuan,” jelas Ayi esok harinya.
Namun anehnya PT RBT sendiri membantah ada hubungan kerjasama dengan PT Tirus dalam hal peleburan pasir timah menjadi balok timah, seperti pengakuan Imam Safei.
“Setahu saya tidak pernah ada kerjasama upah lebur seperti itu. PT RBT tidak ada kerjasama dengan PT Tirus,” kilah salah satu perwakilan PT RBT di Jakarta ketika dihubungi wartawan harian ini seraya menegaskan belum pernah bekerjasama dengan perusahaan tersebut. (2nd/1)