A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

February

1
2016

JAKARTA - Pemerintah akan mengaudit 33 smelter Timah di Bangka Belitung mulai bulan depan untuk mengantisipasi ekspor komoditas tersebut secara ilegal yang diduga terjadi selama ini.

Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mochtar Husein mengatakan, Kementerian akan berkoordinasi dengan Gubernur dan siap melaksanakan audit yang sudah direncanakan sejak akhir tahun lalu tersebut.

"Bulan depan kami kesana. Koordinasi dengan Gubernur karena nanti timnya gabunngan,' ujarnya, Jumat (29/1). Jadwal audit tersebut mundur 1 bulan dari rencana awal, yakni pada Januari 2016. Namun, jika berjalan lancar, audit tersebut hanya akan memakan waktu sekitar 3 pekan.

Seluruh smelter tersebut berasal dari izin usaha pertambangan (IUP), termasuk milik PT Timah Tbk. Husein mengungkapkan, audit tersebut akan mencakup kapasitas smelter dan sumber bahan bakunya. "Kita audit kapasitas smelter. Benar tidak kapasitasnya segitu. Lalu kita bandingkan dengan produksi dan kapasitas produksinya," katanya.

Setelah membandingkan kapasitas dan jumlah produksinya, Pemerintah juga akan memeriksa penjualannya, terutama untuk pasar ekspor. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada kebocoran ekspor yang menimbulkan kerugian negara.

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) meminta audit smelter Timah yang akan dijalankan Pemerintah dilakukan secara menyeluruh dan lebih difokuskan pada kebocoran ekspor.

Ketua Umum AETI, Jabin Sufianto mengatakan kebocoran Timah ke luar negeri bisa mencapai ribuan ton per tahun. Selain menimbulkan kerugian negara, hal tersebut akan membuat pasokan Timah semakin membanjir di pasar Internasional.

"Yang paling penting itu kebocoran Timah ke luar berikut kerugian negaranya. Kalau hanya mengaudit kapasitas smelter dan pasokannya saja, kan sudah ada surveyor," ujarnya kepada Bisnis. Menurutnya, beberapa perusahaan luar negeri seperti dari China, Myanmar, maupun Malaysia patut dicurigai terkait kebocoran ekspor tersebut. Tidak jarang perusahaan-perusahaan tersebut membangun kemitraan dengan perusahaan nasional di Bangka Belitung.

"Mereka itu produksi Timahnya sedikit. Paling hanya 5.000 ton per tahun, tapi Timah batangannya bisa mengalahkan PT Timah Tbk yang produksinya sampai 23.000 ton per tahun. Pastinya ada permainan antara kemitraan itu."

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Agung Nugroho menilai audit smelter Timah yang akan dilakukan Pemerintah akan berdampak positif terhadap harga komoditas tersebut. Pasalnya, jumlah Timah yang diekspor akan terkontrol dan mencegah adanya kebocoran Timah ilegal ke luar negeri.

"Pastinya akan berdampak dan berpengaruh (terhadap harga) karena Indonesia eksportir (Timah) terbesar di dunia," ujarnya. Menurutnya, faktor perekonomian global juga turut mempengaruhi pergerakan harga Timah, terutama dalam menentukan permintaan.

Agung menuturkan, langkah yang diambil Pemerintah tersebut sebelumnya sudah disosialisasikan kepada PT Timah Tbk. Audit fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih Timah itu merupakan salah satu rekomendasi dari Kementerian ESDM dan Pemerintah Daerah Bangka Belitung untuk memperbaiki tata kelola Timah.

"Kalau saya melihat Pemerintah concern pada aturan. Kalau membangun harus sesuai antara kapasitas dan suplainya, termasuk pajaknya bagaimana."