A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

January

27
2016

Tahun Depan Smelter Swasta Akan Diaudit

Jakarta, Bangka Pos - Jatuhnya harga Timah mulai mengusik pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji akan mengaudit fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) perusahaan Timah swasta di Bangka Belitung mulai tahun depan (2016). Audit dibutuhkan untuk mengetahui kepastian ongkos produksi dan penentuan harga Timah.

Direktur Pengusahaan dan Pembinaan Mineral Kementerian ESDM, Mohammad Hidayat menjelaskan jatuhnya harga Timah lantaran ada permainan harga atas komoditas terbesar di negeri ini. Hasil audit diharapkan bisa mendongkrak harga Timah Indonesia meningkat. 

"Kami ingin menata kapasitas smelter, apakah sudah tertata atau belum. Bisa jadi kapasitas smelternya sesuai tapi suplainya berlebihan", ujar dia pekan lalu. Jika suplai berlebih, ESDM akan menelisik asal usul bahan baku.

Kementerian ESDM juga akan menyelidiki dugaan permainan harga Timah. Saat ini harga dan ekspor Timah dikendalikan swasta. Masalahnya, kini masyarakat kesulitan menjual bijih Timah dengan harga tinggi.

"Persoalan pertimahan masih dilakukan dalam satu pintu oleh orang-orang yang tergabung dalam Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX)," ungkap dia. Ada 26 produsen timah yang ekspor lewat BKDI. Tahun ini (2015), ekspor ditargetkan mencapai 60.000 ton.

Hidayat bilang, selama ini harga Timah berdasarkan harga patokan mineral yang mengacu pada harga mineral logam Internasional dari London Metal Exchange (LME), London Bullion Market Association (LBMA), Asian Metal (AM) dan ICDX. "Harga patokan tiap bulan ada di Kementerian Perdagangan. Karena ada over supply jadi tidak jelas harganya,' ujar Hidayat.

Sayangnya, Fenny Widjaja Komisaris Utama ICDX belum merespon telepon dan pesan singkat dari KONTAN saat diminta tanggapan soal tudingan Kementerian ESDM ini. Hanya Direktur Center for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus), Budi Santoso menilai tuduhan pemerintah soal permainan harga Timah sebagai tindakan tak masuk akal. Apalagi, patokan harga Timah mengacu harga Timah di pasar logam London.

"Saya enggak mengerti tujuan pemerintah melakukan audit. Jika kaitannya dengan penertiban tambang ilegal dan tak layak lingkungan saya kira itu lebih tepat,' jelasnya kepada KONTAN, Minggu (27/12).

Jika audit dilakukan hanya karena pertimbangan penerimaan negara jeblok, tidak akan mencapai tujuan. Ia menduga, kondisi ini terjadi lantaran penambangan ilegal.