A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

January

4
2016

BangkaPos.com, Bangka - Direktur Eksekutif Walhi Babel, Ratno Budi menilai pernyataan Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung Nugroho sebagai upaya kriminalisasi dan bersifat ancaman terhadap warga yang menolak pertambangan di laut Pulau Bangka.

Sebelumnya Agung menyebutkan, tata kelola penambangan tidak terlepas dari UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba, pada Pasal 162 tertulis setiap orang yang merintangi atau menganggangu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang sah bisa dipidana dengan ancaman kurungan maksimal satu tahun atau denda paling banyak 100 juta.

"Ini sangat memalukan, sebagai korporasi pertambangan, kami menganggap ini jelas tidak mendidik dan sangat tidak demokratis. Kami akan konsultasikan dengan Tim Legal Walhi, apakah akan kita tempuh jalur somasi," kata Ratno kepda Bangka Pos.com, Rabu (30/12/2015).

Uday sapaan khas Ratno menambahkan, didalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Pasal 65 dan 66 menyebutkan setiap warga negara yang memperjuangkan hak atas lingkungan yang baik, tidak dapat digugat secara perdata maupun pidana.

 Menurut Uday, pihak PT Timah tidak perlu menakut-nakuti masyarakat menggunakan UU No. 4 Tahun 2009 tersebut. Dia menjelaskan, Pulau Belitung tanpa pertambangan laut menjadi daerah yang maju dalam sektor pariwisata dan sebagainya. Jika Pulau Belitung saja bisa menolak pertambangan laut, menurut Uday sangat wajar masyarakat di Pulau Bangka menginginkan kondisi yang sama.