A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

December

3
2015

Tak Yakin Janji Pengusaha Timah

PANGKALPINANG - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, menyatakan tidak terlalu percaya para pengusaha Timah menyumbangkan Rp 1000 per kilogram Timah yang diekspor atau dikirim antar pulau untuk kebutuhan dalam negeri.

Karena itu, Didit menunggu para pengusaha smelter dapat menepati janji untuk sumbang Rp 1000 per kilogram ke kas daerah guna mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah). "Sumbangan pihak ketiga ini dari dulu, tapi target 50 sampai 100 miliar tidak muncul-muncul dan keinginan pengusaha untuk pembangunan melalui PAD itu, (semoga) bukan pemberi harapan palsu. Pemerintah daerah tidak perlu pro aktif, yang perlu pro aktif itu pengusaha," tegasnya kepada sejumlah Wartawan, Rabu (2/12/2015).

Politisi PDIP itu juga meminta pengusaha membuktikan akan memberikan pemasukan bagi kas daerah dan bukan hanya sekadar memberikan angin surga. "Kalau memang pengusaha serius, Alhamdulilah. Tapi saya jujur saja, kami harapkan janganlah memberikan angin surga kepada masyarakat Bangka Belitung, jika ada keinginan ingin memberikan pemasukan kepada PAD bagi Provinsi itu luar biasa, tapi kalau belum ada bukti saya tidak percaya," imbuhnya.

Namun demikian diakui Didit, peran Gubernur Babel hingga disahkan Perda sumbanngan pihak ketiga ini sangat besar. "Saya apresiasi Pak Gubernur yang berkomunikasi kepada pengusaha. Tapi sejak sudah disahkan mereka macam-macam, katanya tidak ada Pergub itulah, inilah, bagaimana kita laksanakan, inikan tidak benar," tandasnya.

Untuk itu, legislator Dapil Kabupaten Bangka Tengah ini mengajak para pengusaha segera aksi dengan menyetor iuran Rp 1000 per kilogram langsung ke rekening kas DPPKAD Provinsi untuk memperlihatkan serius membantu daerah.

"Saran saya jika pengusaha ingin bantu PAD jangan banyak ini itu, Pemerintah daerah kan ada rekening, tinggal ada gak niat pengusaha ini. Saya tunggu action, kalau belum ada bukti kita belum percaya. (Rakyat Pos)