A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

December

2
2015

JAKARTA - Industri pengolahan konsentrat mineral (smelter) membutuhkan insentif pembebasan pajak dalam kurun waktu tertentu (tax holiday) untuk beroperasi maksimal. Sebab, investasi yang dibutuhkan untuk membangun industri ini besar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mineral, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawiryawan mengatakan, dalam mengembangkan smelter, Kemenperin tetap berpatokan pada Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Artinya, kami tetap pada pendirian jangan ada lagi ekspor mineral dalam bentuk mentah. Ekspor harus dalam bentuk sudah diolah," ujar Putu di Jakarta, Selasa (1/12).

Namun saat ini menurut Putu, pembangunan industri smelter cenderung terhambat akibat kekurangan bahan baku dan insentif. Padahal, pembangunan smelter membuka lapangan kerja lebih banyak dan berdampak positif terhadap ekspor karena memberikan nilai tambah.

Dia menilai, untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah harus memberikan tax holiday. Apalagi investasi smelter cukup besar. "Mereka sudah investasi cukup besar dan melihat ada peluang. Itu harus dibantu dan mereka tidak mungkin mundur lagi. Kami berharap Kementerian Keuangan bisa diajak bicara lagi soal ini," ujar Putu.

Dengan tax holiday, lancet Putu, industry bisa bekerja secara maksimal dan memberikan tambahan pajak. Apalagi dalam kondisi krisis seperti ini, Pemerintah harus mendorong industri dengan insentif agar bisa bertahan. "Apa sulitnya memberikan tax holiday? Itu tidak ada ruginya. Stetelah beberapa tahun, barulah dikenakan pajak lagi. Kalau itu tidak dilakukan, baru negara rugi," ujar Putu.

Pemrakarsa Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia  Jonatan Handojo mengatakan, secara total, investasi smelter di Indonesia mencapai US$ 30 miliar untuk 21 smelter yang sudah ada, 11 sudah berooperasi dan 9 (sembilan) dalam tahap pembangunan. Perusahaan smelter Besi adalah PT Delta Prima Steel, PT Krakatau Posco, dan PT Meratus; smelter Tembaga PT Smelting; smelter Timah PT Refined Bangka Tin dan PT Tinindo, smelter Mangan PT Indotama Fero Aloy,            PT Century Metalindo; smelter Alumina PT Well Harvest; smelter Nikel PT Antam Tbk, PT Fajar Bakti Lintas Nusantara, PT BIntang Smelter Indonesia, PT Macika Mineral Industri, PT Sulawesi Mining Investment, PT Cahaya Modern Metal Industry, PT Bintang Timur Steel, PT Century Metalindo,            PT Indoferro, PT Karyatama Koname Utara, PT Heng Tai Yuan Indonesia Steel, dan PT Kinlin Nikel Indonesia (ajg).