A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

December

1
2015

RAKYATPOS.COM. Gubernur Babel Rustam Effendi berjanji akan mengurusi regulasi pertimahan yang dianggap memberatkan para pelaku usaha Timah dan Tambang.

Menurutnya, guna mengatasi perekonomian yang kian terpuruk, seluruh pihak dapat mengembangkan empat sektor. Yakni, sektor pariwisata, kelautan perikanan, industri dan perdagangan. Bidang pariwisata dibidik, mengingat pariwisata Babel masuk 10 besar pariwisata Nasional yang akan dikembangkan. Namun begitu sektor lain terutama Tambang tak bisa ditinggalkan dan tetap akan diperhatikan.

"Kita akan prioritaskan percepatan beberapa sektor ekonomi. Memang situasi Timah tak menggembirakan, tapi kita berupaya melakukan pendekatan ekonomi antisipasi jangka pendek. Pengembangan pariwisata kenapa jadi konsen, karena memang saat ini pariwisata dari 10 provinsi kita masuk prioritas Nasional untuk dipromosikan, dan akan dilaksanakan diskusi round table dengan Amerika Selatan dan Karibia. Mudah-mudahan ini disambut baik oleh masyarakat," bebernya, usai upacara HUT Babel di halaman kantor Gubernur, Sabtu pagi (21/11/2015).

Sedangkan untuk sektor pertambangan, Gubernur berupaya mengejar regulasi dan mempertegas aturan ini ke Pemerintah Pusat, agar bisa lebih menguntungkan Babel baik dalam ekspor impor dan regulasi lainnya.

Disinggung dari internal Pemerintah, Rustam menginginkan adanya revolusi mental para pegawai. Agar setelah mental pegawai baik, maka akan bisa menjalankan roda Pemerintahan dengan baik.

"Kalau mentalnya sudah baik, saya yakin program dan kegiatan yang direncanakan akan berjalan maksimal. Saya pikir pembenahan mental harus dilaksanakan, karena sebagus apapun program kalau mentalnya tak baik tak akan bisa," sebutnya.

Selain itu, untuk mendapatkan pegawai yang baik dan berkualitas, Pemprov Babel lanjutnya akan melakukan seleksi terbuka untuk jabatan tertentu.

"Ini cara kita untuk mencari pegawai yang mumpuni dan gerak cepat dalam menggerakkan birokrasi agar berkualitas dan cepat," tandasnya.

Ketika menjadi Inspektur Upacara dalam perayaan HUT Babel akhir pekan lalu, Rustam membandingkan kondisi Babel 15 tahun silam dengan saat ini. Dan perubahan nyatanya kata dia adalah meningkatnya pembangunan infrastruktur, pendidikan dan sektor lain pasca Babel pisah dari Sumsel.

"Kalau dulu kita berdiri disini hanya hamparan lahan bekas tambang, tetapi sekarang sudah menjadi areal perkantoran. Dulu mau jadi pegawai dan Polisi saja susah, sekarang SPN Polda Babel sudah mampu melahirkan Polisi berkualitas. Artinya kita sudah jauh lebih baik," tuturnya.

Ia mengatakan, berdirinya Provinsi Babel tak lepas dari perjuanngan tokoh dan masyarakat yang ingin menjadi provinsi sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kinerja agar apa yang telah diraih bisa lebih ditingkatkan lagi.

"Momentum ini kami mengajak masyarakat, bahu membahu bangun dalam kebersamaan, tanpa kebersamaan dan keutuhan tak bisa melakukan percepatan pembangunan. Mohon suasana kondusif ini jangan direcoki dengan kepentingan sesaat, kepentingan kelompok yang menimbulkan ketidaknyamanan pelaku usaha dan masyarakat. Kita jaga keamanan di provinsi ini," ajaknya.

Namun sayangnya, ketika upacara dan paripurna HUT Babel ke 15, tak nampak kehadiran Wagub Babel, Hidayat Arsani ditengah-tengah kebahagiaan menyambut HUT Babel. Sedangkan beberapa tokoh pembentukan provinsi, Bupati/Walikota dan mantan Wakil Gubernur Babel, Syamsuddin Basari nampak mengikuti jalannya upacara (nov/1)