A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 161

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/news.php

Line Number: 169

AETI - Asosiasi Eksportir Timah Indonesia

News

December

1
2015


 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para pelaku usaha bidang pertimahan termasuk perusahaan peleburan biji timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak perlu khawatir jika sisa hasil pengolahan dan pemurnian logam timah, berupa timah yang tercampur dengan unsur unsur logam lain tak dapat dimanfaatkan secara ekonomis ataupun diperdagangkan secara bebas meski hanya di dalam negeri (lokal).

Hal ini pun berlaku untuk timah batangan dengan spesifikasi dibawah kategori Timah Murni Batangan (kadar Sn minimal 99.9%) yang wajib diperdagangkan melalui bursa timah.

Pasalnya saat ini pihak Direktorat Jenderal Perdagangan Luara Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia justru mengeluarkan surat keputusan tentang Penjelasan Timah Solder & Barang Lainnya Dari Timah. Surat tersebut ditanda tangani oleh Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih.

Surat yang dikeluarkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI tersebut tertanggal 25 September 2015 dengan nomor 1670/DAGLU/SD/2015. Terbitnya surat putusan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI tersebut dibenarkan pula oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Solder Indonesia, Jeffy Nababan.

"Kita sudah menerima surat putusan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag itu beberapa waktu lalu. Surat putusan tersebut tak lain merupakan surat balasan intansi itu (Dirjen Perdagangan Luar Negeri--red) hasil dari surat kita (Asosiasi Solder Indonesia--red) terdahulu," ujar Jeffy Nababan melalui rilis yang disampaikan kepada bangkapos.com, Kamis (26/11/2015) siang.

Dijelaskannya, ada 4 (empat) butir poin pokok tertera dalam surat putusan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI Nomor 1670/DAGLU/SD/2015 itu sebagai berikut :

 1 ) Timah yang dapat diekspor berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/5/2015 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang ketentuan ekspor timah (Permendag 33/2015) yaitu hanya timah batangan, timah solder, dan barang lainnya dari timah, sedangkan timah yang termasuk ketiga kategori tersebut dilarang ekspornya.

2). Timah murni batangan, timah solder, dan barang lainnya dari timah dalam poin 1 hanya dapat diekspor apabila telah memenuhi persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada lampiran II Permendag 33/2015.

3). Permendag 33/2015 pada prinsipnya hanya mengatur mengenai ketentuan ekspor timah, sedangkan untuk perdagangan di dalam negeri hanya terkait dengan kewajiban timah murni batangan untuk diperdagangkan melalui Bursa Timah. Kewajiban tersebut hanya diperuntukan bagi timah murni dalam bentuk batangan dan pos tarif/HS.ex.8001.10.00.00 dan memiliki kandungan stannum (Sn) paling rendah 99,9 % yang merupakan hasil dari kegiatan pengolahan dan pemurnian biji timah oleh semelter, telah memenuhi persyaratan teknis sebagaimana dimaksud lampiran II Permendag 33/2015.

Selanjutnya pada poin ke 4) tersebut sebagaiman diatur dalam pasal 4 ayat (2) Permendag 33/2015, timah solder dan barang lainnya dari timah hanya dapat diekspor jika memenuhi ketentuan menggunakan bahan baku timah murni batangan yang berasal dari Bursa Timah dan telah dilengkapi bukti pembelian timah murni batangan dari bursa timah.

"Selama ini kan sisa hasil pengolahan pemurnian logam timah itu di semelter-semelter tidak dapat dimanfaatkan padahal ada nilai ekonomisnya. Nah dengan adanya surat Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI itu Nomor 167/DAG/SD/2015 justru memberikan peluang bagi pelaku usaha pertimahan untuk dapat memanfaatkan sisa hasil pengolahan pemurnian logam itu. Surat tersebut juga sekaligus mementahkan isu bahwa bursa memonopoli perdagangan timah Indonesia. Sekarang semua jenis timah dengan kadar Sn dibawah 99.9% bebas diperdagangkan di dalam negeri tanpa perlu melalui bursa, tetapi tidak untuk diekspor sesuai dengan permendag no 33 tahun 2015, " jelasnya.

Pemilik perusahaan solder yang berlokasi di kawasan Cikarang Bekasi itu menambahkan surat putusan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI Nomor 167/DAGLU/SD/2015 itu sangat perlu disosialisasikan oleh pemerintah daerah khususnya pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui intansi terkaitnya (Dinas Perindustrian & Perdaganagan) lantaran potensi usaha di bidang pertimahan banyak terdapat di provinsi setempat (Babel).